TINGKAT BAHAYA EROSI AKIBAT PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PADA DAERAH TANGKAPAN AIR DANAU TONDANO

Authors

  • Brigitha Raco Jurusan Teknik Sipil, Universitas Katolik Parahyangan
  • Albert Wicaksono Jurusan Teknik Sipil, Universitas Katolik Parahyangan
  • Robertus W. Triweko Jurusan Teknik Sipil, Universitas Katolik Parahyangan

Abstract

Berdasarkan data perubahan tutupan lahan pada periode 2008-2020, DTA Danau Tondano mengalami perubahan lahan baik itu penambahan maupun pengurangan luasan lahan. Dari hasil analisis, sawah merupakan lahan yang mengalami penambahan luasan lahan yang paling besar dengan luas 4.414,476 Ha, diikuti oleh pemukiman seluas 820,764 Ha. Penurunan luasan terbesar terjadi pada pertanian lahan kering dengan luas 6.082,573 Ha, diikuti oleh pertanian lahan kering campur seluas 1.883,956 Ha. Perubahan ini berdampak signifikan terhadap laju erosi pada DTA Danau Tondano sehingga dirasa perlu untuk mengkaji pengaruh perubahan lahan terhadap bahaya erosi yang dihasilkan. Analisis laju erosi menggunakan Model Universal Soil Loss Equation (USLE) menunjukkan total laju erosi mengalami peningkatan sebesar 160% selama periode 2008-2020. Koefisien korelasi sebesar 0,88, 0,82, 0,76, 0,75, dan 0,65 pada tutupan lahan sawah, pertanian lahan kering campur, pemukiman, tanah terbuka, dan hutan tanah kering primer menunjukkan bahwa perubahan luas lahan memiliki korelasi terhadap laju erosi pada DTA Danau Tondano. Walaupun DTA Danau Tondano masih didominasi daerah dengan tingkat bahaya erosi kelas I, namun terjadi peningkatan luas daerah yang termasuk ke dalam tingkat bahaya erosi kelas II dan III. Dengan demikian, pengelolaan dan konservasi tutupan lahan pada DTA Danau Tondano menjadi salah satu solusi kunci dalam mengendalikan laju erosi yang terjadi.

Based on land cover data during 2008-2009, the area of land cover in catchment area of Lake Tondano have changed. The analysis showed paddy field area has increased 4414.476 Ha and make it the largest change over this period, followed by housing area which increased ​​820.764 Ha. Meanwhile, the dryland agriculture area has decreased by ​​6082.573 Ha, followed by mixed dryland agricultural land which decreased by ​​1883.956 Ha. These changes resulted in a derivative impact of erosion rates in the Lake Tondano catchment area. Therefore, it is necessary to analyze the effect of land change to the erosion rate. Erosion rate analysis using the Universal Soil Loss Equation (USLE) model showed the erosion rate has increased 160% during the period of 2008-2020. The increment is correlated with change of paddy field area, mixed dryland agriculture area, housing area, open land, and primay dryland forest with correlation coefficient of 0.88, 0.82, 0.76, 0.75, and 0.65, respectively. It is shown that land cover change has high correlation to the increment of erosion rate in Lake Tondano catchment area. Although the catchment area is still dominated by area with class I erosion hazard level, the area of II and III class is increasing. Therefore, a land use management and conservation in Lake Tondano catchment area becomes one key solution to control the erosion rate.

Author Biography

Robertus W. Triweko, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Katolik Parahyangan

Profesor, Jurusan Teknik Sipil

Downloads

Published

2022-05-28