KINERJA SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG EMPAT DI KOTA ENDE

Authors

  • Andi Kumalawati Prodi Teknik Sipil, FST Undana
  • Tri M. W. Sir Prodi Teknik Sipil, FST Undana
  • Dominikus Woda Prodi Teknik Sipil, FST Undana

Abstract

Meningkatnya jumlah kendaraan dapat menimbulkan kemacetan, tundaan dan kecelakaan. Kondisi ini dapat dilihat pada simpang empat bersinyal yang ada dikota Ende. Untuk menganalisis  kinerja simpang bersinyal digunakan Metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014 dan untuk tungkat pelayanan simpang bersinyal menggunakan Metode High Way Manual Capacity 2000. Dari hasil analisis diperoleh simpang empat bersinyal jalan Profesor W.Z johanes – jalan unflor – jalan Melati atas dengan tundaan rata-rata simpang sebesar 18,089 det/skr dengan tingkat pelayanan berada dilevel B deskripsi umumnya aliran stabil (sedikit tundaan). Simpang empat bersinyal jalan Profesor W.Z Johanes – jalan Wirajaya – jalan Basukhi Rachmat – jalan Eltari Atas dengan tundaan rata-rata sebesar 34,50 det/skr dengan tingkat pelayanan berada pada level C deskripsi umum aliran arus yang stabil dengan tundaan yang dapat diterima. Untuk simpang empat jalan Soekarno – jalan kartini – jalan Gatot Soebroto tingkat pelayanannya berada pada level D deskripsi umum mendekati aliran arus yang tidak stabil (tundaan dapat ditoleransi).

As a result the increasing number of vehicles can cause congestion, delays, and accidents. This condition can be seen and intersection of four in the town of Ende. This performance analysis of the signalized intersection was used the 2014 Indonesian Road Capacity Guidelines Method and for the service level of signalized intersection was used the 2000 High Manual Capacity Method. From the results, it was obtined that the intersection of four with the sign of Profesor W.Z Johanes street, Melati street, Unflor street, the average delay of the intersection was 18,089 s/cur, the service level was at level B with as description of generally stable current flow (little delay). The four intersections with the signaling Profesor W.Z Johanes street, Basukhi Rachmat street, Wirajaya street, Eltari street got an average delay of 34,50 s/cur and service level C, the general description of the a steady current flow with an acceptable delay. For the intersection of four signaling Gatot Soebroto street, Soekarno street, Kartini street obtained everage delay of 39,49 s/curwith service level at level D with a general description of approaching unstable current flow (tolerable flow).

Downloads

Published

2022-05-28