PERENCANAAN SISTEM IRIGASI TETES (DRIP IRRIGATION) DI DESA LAPEOM - TIMOR TENGAH UTARA

Authors

  • Wilhelmus Bunganaen Prodi Teknik Sipil, FST Undana
  • Dantje A.T. Sina Prodi Teknik Sipil, FST Undana
  • Melcron R. Talupun Prodi Teknik Sipil, FST Undana

Abstract

Air dalam bidang pertanian memiliki peran sangat penting terlebih pada daerah pertanian lahan kering seperti pada Desa Lapeom. Teknik pemberian air pada semua lahan tani Desa Lapeom adalah sama yaitu dilakukan secara manual dengan menggunakan tenaga manusia. Cara ini tidak efektif, efisien dan hasil penyiraman tidak merata. Salah satu alternatif dalam menangani masalah ini adalah dengan penerapan sistem irigasi tetes. Dalam perencanaan sistem irigasi tetes Desa Lapeom, tanaman yang ditinjau adalah tomat, cabai dan kacang tanah. Sesuai hasil perhitungan, besar debit air pada sumber air Desa Lapeom mampu memenuhi debit air perlu irigasi tanaman. Besar kebutuhan air tanaman: berkisar antara 5,50 mm/periode hingga 49,6 mm/periode. Besar debit air yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem irigasi tetes adalah: lahan tani Dwi Karya sebesar 0,0166 m3/detik, lahan tani Harapan Baru sebesar 0,0151 m3/detik, lahan tani Tunas Muda sebesar 0,0097 m3/detik, lahan tani Simpatik sebesar 0,0106 m3/detik. Debit emitter yang digunakan adalah 4 ltr/jam. Berdasarkan hasil perhitungan, daya pompa minimum yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem irigasi tetes di keempat lahan tani Desa Lapeom adalah 4 HP.

Water in agriculture has a very important role, especially in dry land agricultural areas such as in Lapeom Village. The technique of providing water to all agricultural land in Lapeom Village is the same, which is done manually using human power. This method is not effective, efficient and the results of watering are not evenly distributed. One alternative in dealing with this problem is by implementing a drip irrigation system. In the planning of the drip irrigation system in Lapeom Village, the plants examined were tomatoes, chilies and peanuts. According to the calculation results, the amount of water discharge in the village of Lapeom is able to meet the water discharge required for crop irrigation. The amount of plant water requirements: ranges from 5,50 mm/period to 49,6 mm/period. The amount of water flow required to run the drip irrigation system is: Dwi Karya farm of 0,0166 m3/second, Harapan Baru farm of 0,0151 m3/second, Tunas Muda farm of 0,0097 m3/second, Simpatik farm of 0,0106 m3/second. The emitter discharge used is 4 ltr / hour. Based on the calculation results, the minimum pump power required to run the drip irrigation system in the four Lapeom Village farms is 4 horse power.

Downloads

Published

2021-12-20