PEMANFAATAN FLY ASH UNTUK STABILISASI TANAH DASAR LEMPUNG EKSPANSIF

Authors

  • Elsy E. Hangge Prodi Teknik Sipil, FST Undana
  • Rosmiyati A. Bella Prodi Teknik Sipil, FST Undana
  • Martha C. Ullu Prodi Teknik Sipil, FST Undana

Abstract

Tanah lempung ekspansif adalah salah satu jenis tanah dasar yang daya dukungnya rendah. Tanah jenis ini dapat diperbaiki dengan metode stabilisasi. Pada penelitian ini digunakan sampel tanah dari Desa Oebelo, kapur dan fly ash sebagai bahan stabilisasinya dengan tujuan untuk mengetahui perubahan sifat fisik dan mekanis tanah serta daya dukung tanah yang distabilisasi dengan kapur dan fly ash dengan variasi campuran kapur 5% (tetap) dan fly ash 10%, 15%, 20% dan 25%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, berupa pengujian sifat-sifat fisik dan mekanis tanah di laboratorium. Pengujian dilakukan pada tanah asli dan tanah yang distabilisasi dengan kapur dan fly ash untuk mengetahui kuat dukung maksimum yang dihasilkan melalui pengujian CBR (California Bearing Ratio). Seiring penambahan persentase kapur dan fly ash, nilai dari beberapa parameter yaitu berat jenis tanah, batas cair, batas plastis, indeks plastisitas, kadar air optimum dan potensi pengembangan tanah mengalami penurunan, sedangkan parameter batas susut, berat volume kering tanah padat dan nilai CBR mengalami peningkatan. Perubahan yang lain adalah pada variasi campuran kapur 5% dan fly ash 25% dengan pemeraman 7 hari terjadi penurunan pada nilai pengembangan tanah sebesar 69,34% dan peningkatan pada nilai CBR (soaked) sebesar 620,56%.

Expansive clay soil is one type of subgrade with low bearing capacity. This type of soil can be improved by the stabilization method. This research used soil samples from Oebelo Village, lime and fly ash as stabilization materials with the aim to determine changes in physical and mechanical characteristics of the soil and the bearing capacity of soil stabilized with lime and fly ash with the mixture variation of lime 5% (fixed) and fly ash 10%, 15%, 20% and 25%. The method used in this research is the observation method, in the form of the physical and mechanical characteristics testing of the soil in the laboratory. The testing is carried out on natural soil and stabilized soil with lime and fly ash to determine the maximum bearing capacity produced with the CBR (California Bearing Ratio) testing. Along with the addition of lime and fly ash percentage, the value of some parameters, that are: specific gravity, liquid limit, plastic limit, plasticity index, optimum moisture content and swelling potential have decreased, while the parameters of shrinkage limit, dry weight of solid soils and CBR have experienced increased. Other changes are on the mixture of 5% of lime and 25% of fly ash with a curing time of 7 days, the value of swelling potential has decreased by 69,34% and the value of CBR (soaked) has increased by 620,56%.

Downloads

Published

2021-07-11