STUDI BEBERAPA KRITERIA HYDRAULIC CRITICAL INDEX (LINK IMPORTANCE) PADA JARINGAN PIPA

Radianta Triatmadja


Abstract


Link importance or Hydraulic Critical Index (HCI) is a very important indicator for designing, operating and maintaining pipe distribution network. High value of HCI indicates that the pipe is very important and the network depends largely on the quality of the pipe. In this case HCI help the engineer to decide which pipes that should be replaced or repaired depending on their contribution to the network performance. HCI may be calculated based on two different criteria. The first criteria are based on fixed value of relative head at nodes (Fixed head criteria) and the second, is based on range value of relative head at node (range head criteria). The two HCI resulted in different information and interpretation of the network distribution performance. In the paper, the HCI of different criteria were studied and compared. Simulation of loop and branch network system is conducted to investigate the different between the two criteria in real networks. Although more complex network may be simulated, the study may in general highlight some issues to be concerned when using either one of the criteria. In general, when relative energy head is not required, range head criteria are more relevant.

 

 

Abstract in Bahasa Indonesia:

 

Link importance atau Hydraulic Critical Index (HCL) adalah indikator yang sangat penting untuk mendesain, mengoperasikan dan memelihara jaringan pipa distribusi. Nilai HCL tinggi menunjukkan bahwa pipa tersebut sangat penting dan kualitas pipa menentukan keberhasilan jaringan, sehingga material , kekuatan, kualitas dan instalasi pipa harus didesain dengan standar yang tinggi, juga diprediksi melalui monitoring dan evaluasi. HCL dihitung menggunakan dua kriteria, yaitu didasarkan pada nilai tertentu tekanan relatif pada node, dan berdasarkan kisaran nilai tekanan relatif. Jika tekanan relatif suatu node lebih tinggi daripada nilai tertentu, node dianggap sebagai dilayani penuh. Kedua HCL memberikan hasil yang berbeda dalam memberikan informasi dan interpretasi terhadap unjuk kerja jaringan distribusi. Dalam tulisan ini, HCL dengan perbedaan kriteria ini dipelajari dan dibandingkan. Simulasi sistem jaringan loop dan cabang dilakukan untuk meneliti perbedaan antara kedua kriteria dalam jaringan yang sesungguhnya. Dalam studi ini hanya ditekankan secara beberapa permasalahan yang dihadapi jika menggunakan kriteria-kriteria tersebut. Kesimpulan, jika tekanan relatif tidak tersedia, maka lebih relevan jika menggunakan range head criteria.

 

Kata kunci: Resiko, Manajemen, Distribusi air minum, Layanan


Keywords


Risk, Management, Water distribution, Service

Full Text: PDF


Copyright © Research Center Web-Dev Team