KUAT LENTUR PROFIL C TUNGGAL DENGAN PERKUATAN TULANGAN VERTIKAL DAN COR BETON PENGISI

Haryanto Yoso Wigroho

Abstract


Lips channel steel (C) sections, which are popular in the market, are usually used as light structural systems such as purlins. The unsymmetrical of the geometry and the large ratio of width to thickness, cause the instability of the sections in supporting external loads. This condition results in that the failure is caused due to stability. To increase the stability, the C section is reinforced with ø 6mm steel bars and filled with the concrete. The C section to be used in this research is the one with height = 93.2 mm, width = 34.9 mm, thickness = 2.06 mm and lips height = 8.5 mm. The steel bars are welded between two flanges and the concrete compressive strength to be used is fc’ = 20 MPa. The spacing of the steel bars varies, i.e., 150 mm, 200 mm and 300 mm, respectively. At service load the channel without concrete fill can carry axial load 75 kg, while the one without concrete fill can carry 280 kg. The flexural stress at service load for the section without concrete fill was 21.646 MPa, while for the one with concrete fill was 53.265 MPa. From the observed crack pattern it is found that the section with smaller steel bars spacing has the ability to prevent the initial shear failure in concrete.

 

Abstract in Bahasa Indonesia:

Profil C yang banyak dijumpai di pasaran, dalam struktur biasanya untuk mendukung beban yang ringan seperti gording pada atap. Bentuk geometri penampang yang tidak simetris serta rasio lebar dan tebal yang besar menyebabkan profil ini kurang stabil dalam mendukung beban, sehingga kegagalan yang terjadi ialah karena stabilitasnya. Untuk menambah stabilitas profil digunakan perkuatan dengan baja tulangan dan dengan menambah cor beton pengisi di dalam profilnya. Pada penelitian ini dicoba profil C ukuran tingi 93,2mm, lebar 34,9mm, tinggi bibir 8,5mm dan tebal 2,06mm diberi perkuatan baja tulangan diameter 6mm yang dipasang vertikal dengan cara dilas pada dua sayap yang terbuka dan juga diberi cor beton dengan fc’ = 20 MPa. Jarak perkuatan tulangan dibuat bervariasi antara 150mm, 200mm dan 300mm. Pada beban layan yang diijinkan untuk profil yang tidak dicor beton mampu mendukung beban sebesar 75kg, sedangkan untuk profil yang dicor beton mampu mendukung beban sebesar 280kg, atau meningkat 3,73 kali. Tegangan lentur pada beban layan yang terjadi pada baja untuk profil yang tidak dicor beton sebesar 21,646 MPa, sedangkan pada profil yang dicor 53,265 MPa, atau meningkat 2,46 kali. Melihat pola retak yang terjadi, jarak perkuatan tulangan yang semakin rapat dapat mencegah kegagalan geser pada beton lebih awal.

 

Kata kunci : profil C tunggal, perkuatan vertikal dan cor beton pengisi, kemampuan lentur, pola retak.


Keywords


single C section, vertical strengthening and concrete fill, flexural strength, crack Pattern

Full Text:

PDF