PARAMETER-PARAMETER KUNCI UNTUK MENGONTROL TEGANGAN TANAH PASIR TERSEMENTASI TIRUAN

John Tri Hatmoko

Abstract


Traditional methods of soil stabilization have ,sometimes, economical and environmental factors. Cement for soil stabilization is interesting if the construction project is going to improve soil strength in local scale. Improvement of soil strength by using cement as a stabilization agent can be applied in the field. For example; in the sub grade construction, slope stability and as a support of a foundation supported by soft soil. However, there were no results of the research that performed how many percent of cement content that should be added to the soil to get optimal strength. It is not like in the concrete technology in which the water-cement ratio is as the dominant factor to determine the compressive strength of the concrete. This research, therefore, is proposed to investigate what is the influences of the following factors : moisture content, porosity, cement content to the strength of artificially cemented sand, and to assess the water-cement ratio, porous-cement ratio to unconfined compressive strength of the stabilized soil. In this research, it was conducted unconfined compression, triaxial conventional, and swelling pressure tests. Results of this research indicates that cement content would increase compression strength of the soil. The increase of unconfined compression strength is linear with respect to cement content. Unconfined compression strength improvement is indicated by the slope of the curves, and is linear to the increase of dry density. The lower void-cement ratio, the higher the ultimate strength of the sample. Decreasing of void on the mix design would increase the soil strength, and compressive strength of soil increases exponentially with the decreasing of porosity. At the condition of specific dry density, variation of water content would influent unconfined compression strength. There is no specific correlation between unconfined compression strength with water cement ratio.

 

Abstract in Bahasa Indonesia:

Cara-cara tradisional pada stabilisasi tanah seringkali menghadapi kendala ekonomi dan lingkungan. Penambahan semen untuk stabilisasi tanah akan merupakan suatu hal yang menarik bilamana suatu proyek akan meningkatkan kekuatan tanah pada skala lokal. Peningkatan kekuatan tanah dengan semen dapat diterapkan dilapangan, sebagai contoh pada konstruksi tanah dasar pada jalan raya, stabilitas lereng dan lapisan pendukung pada pondasi dangkal. Namun demikian, belum ada hasil penelitian yang mengemukakan berapa prosen semen harus ditambahkan pada tanah agar diperoleh kukuatan yang optimal, tidak seperti pada teknologi betaon dimana faktor air semen merupakan faktor yang sangat menentukan pada kuat desak beton. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh faktor-faktor seperti: kadar air, porositas, jumlah semen didalam campuran tanah pasir tersementasi tiruan; dan juga untuk asesmen penggunaan rasio volume air dan volume semen; volume pori dengan volume semen terhadap kuat tekan bebas. Pada penelitian ini dilakukan pengujian-pengujian kuat tekan bebas, triaksial, dan tekanan pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan semen pada tanah akan meningkatkan kuat tekan tanah. Peningkatan kuat tekan bebas linier tehadap kenaikan kadar semen yang diberikan pada tanah sampel. Kenaikan kuat tekan bebas yang ditunjukkan oleh gradien dari kurva-kurva meningkat dengan kenaikan kepadatan kering tanah yang menunjukkan bahwa tambahan semen akan efektif pada kondisi padat. Semakin rendah rasio antara volume pori dengan volume semen, tegangan ultimit tanah sampel akan meningkat. Penurunan porositas pada campuran padat akan meningkatkan kekuatan tanah. Kuat tekan ultimit tanah meningkat secara eksponensial dengan penurunan porositas. Pada kondisi kepadatan kering tertentu, variasi kadar air akan berpengaruh terhadap kuat tekan bebas tanah sampel. Tidak ada hubungan yang jelas antara kuat tekan bebas dengan rasio antara kadar air dan semen.

 

Kata kunci : tanah, semen, kadar air, angka pori, volume pori, tekan bebas, triaksial.


Keywords


soil, cement, water content, void ratio, water-cement ratio, unconfined compression, triaxial

Full Text:

PDF