KAJIAN STABILITAS KEMIRINGAN PANTAI PASIR BUATAN (n = 1:10) AKIBAT GELOMBANG

Oki Setyandito, Nur Yuwono

Abstract


Nowadays, some countries including Indonesia are developing their coastal areas, for tourism and coast protection from erosion. One of natural coast protection methods is artificial beach nourishment. However, in applying this method, further studies still needed regarding sands stability of different artificial beach’s characteristics, especially for situation in Indonesia. The research of artificial beach stability was using theoretical and eksperimental approach. Physical model was applied in a laboratory, using wave channel (Tiliting Flume), artificial sand beach model and wave generator to produce regular wave. The slope of artificial beach being used was n = 1:10 with variation of T (among 1-3 seconds), and variation of water depth (d). The Result showed the changing of beach slope which became steeper, n = 4 up until n=6 (at MSL condition), and n = 3 up until n = 6 (at LWL condition). This fenomena indicates that sedimentation was occured on the top of the slope (acression). In MSL condition, artificial sand beach model reached its stability between n = 4 and n = 6. At the same condition of stroke and variation, the higher the incoming wave (Hi) the more stable the changing of slope, which is the slope between n = 5 to n = 6. It was shown by the condition of Hi > 2, 85 cm. and of T = 2, 5 second, change of slope that occurred will reached its stability at n = 5, 5 to n = 6.

 

 

Abstract in Bahasa Indonesia:

 

Beberapa negara termasuk Indonesia pada saat ini giat dalam mengembangkan kawasan pesisir (daerah pantai), terutama untuk tujuan mengamankan daerah pantai dari permasalahan erosi dan untuk kepentingan kawasan pariwisata. Salah satu perlindungan pantai alami adalah dengan pembangunan pantai pasir buatan (artificial beach nourishment). Masih banyak diperlukan suatu kajian yang lebih mendalam mengenai stabilitas pantai pasir buatan dengan karakteristik yang berbeda-beda, terutama yang disesuaikan dengan keadaan di Indonesia. Penelitian stabilitas pantai pasir buatan ini dilakukan berdasarkan pendekatan teoritis dan eksperimental. Penelitian dilakukan dengan pemodelan fisik di laboratorium, dengan menggunakan alat berupa saluran gelombang dengan model kemiringan pantai pasir buatan,dengan wave generator yang dapat membangkitkan gelombang regular. Kemiringan pantai pasir buatan yang digunakan adalah n = 1 : 10 dengan variasi T antara 1-3 detik, serta variasi kedalaman air. Hasil running pada pantai pasir buatan menunjukkan perubahan kemiringan pantai dari n=10 menjadi semakin curam yaitu n=6 (kondisi MSL), dan n = 6 (kondisi LWL). Hal ini menunjukkan bahwa terjadi penumpukan sedimen di bagian atas kemiringan (akresi). Pada kemiringan n = 4 sampai dengan n=6 , pantai pasir buatan akan stabil. Pada kondisi stroke dan variasi yang sama, semakin besar tinggi gelombang datang (Hi) maka perubahan kemiringan n akan semakin stabil yaitu pada kemiringan antara n = 5 s/d n = 6. Hal ini ditunjukkan pada kondisi Hi > 2,85 cm dan T = 2,5 dt., perubahan kemiringan yang terjadi, stabil pada n = 5,5 – 6.

 

Kata kunci: gelombang, stabilitas kemiringan, pantai pasir buatan, perubahan kemiringan


Keywords


wave, slope stability, artificial beach nourishment, changing of slopes

Full Text:

PDF