ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA JASA KONSTRUKSI

Bambang Poerdyatmono

Abstract


Penggunaan sumber daya manusia, peralatan, bahan bangunan dan biaya dalam suatu kegiatan operasional proyek pembangunan jasa konstruksi sering menimbulkan sengketa konstruksi. Sengketa dimaksud bisa terjadi pada masa prakontraktual, masa kontraktual, dan masa pascakontraktual. Untuk menyelesaikan sengketa tersebut, dapat dibagi menjadi 3 (tiga) tahapan, yaitu: (1) Tahap sebelum Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi, (2) Tahap Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi, dan (3) Tahap setelah Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi (Tahap Operasional Bangunan). Kesimpulan yang didapatkan adalah berupa tanggung jawab masing-masing Pihak sebagai pelaku pembangunan konstruksi, baik dari sisi perdata maupun sisi pidana, sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi jo Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi jo Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi jo Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi, serta peraturan perundang-undangan lain yang berkaitan dengan jasa konstruksi.


Keywords


jasa konstruksi, sengketa jasa konstruksi, alternatif penyelesaian sengketa jasa konstruksi.

Full Text:

PDF