PENDIDIKAN PROFESIONAL KONSTRUKSI DI INDONESIA

Rudi Waluyo

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pandangan dan penerapan topik-topik dalam kurikulum manajemen konstruksi. Penelitian ini juga melakukan kajian mengenai hubungan antara pandangan dan penerapan dari topik-topik dalam kurikulum manajemen konstruksi. Kategori kurikulum yang dipergunakan dibagi lima kategori yaitu project activities, supervision, business and legal, construction methods, dan speciality. Penelitian ini mengadopsi instrumen yaitu studi kurikulum yang dilakukan di Amerika Serikat oleh Oberlender pada tahun 1987. Data yang berhasil dikumpulkan adalah sebanyak 34 responden. Responden adalah alumni Magister Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang bekerja di perusahaan jasa konstruksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner dengan cara 1) memberikan langsung kepada responden 2) melalui pos dengan menyertakan perangko balasan. Hasil penelitian ini menunjukkan kurikulum yang terdapat dalam supervision menduduki peringkat pertama sebagai kategori yang paling diminati kemudian diikuti oleh business and legal, construction methods, project activities dan speciality, kurikulum yang terdapat dalam supervision menduduki peringkat pertama sebagai kategori yang paling diterapkan kemudian diikuti oleh business and legal, speciality, construction methods, project activities. Hubungan antara pandangan dan penerapan topik-topik dalam kurikulum manajemen konstruksi. Hasilnya menunjukkan bahwa untuk topik communications, contract document, legal semakin penting pandangan terhadap kurikulum maka semakin tinggi pula tingkat penerapannya sedangkan untuk estimating, project controls, business, construction methods, speciality semakin rendah pandangan terhadap kurikulum maka semakin rendah pula tingkat penerapannya.


Keywords


kurikulum, profesional, manajemen konstruksi, program magister.

Full Text:

PDF