PREDIKSI PERUBAHAN BENTUK DASAR SUNGAI DI BELOKAN (studi kasus : sungai Indragiri di daerah Air Molek )

Bambang Sujatmoko

Abstract


Proses kelongsoran tebing yang terjadi di sungai Indragiri (di daerah Air Molek) terjadi akibat adanya proses gerusan yang terus menerus di dasar tebing sebagai reaksi perubahan dasar terhadap kondisi pola aliran di belokan. Perubahan bentuk dasar sungai sebagai reaksi terhadap kondisi pola aliran di belokan dapat diprediksi atau diperkirakan dengan menggunakan alat bantu model matematik. Simulasi pola arus dilakukan dengan software BOSS SMS modul RMA2 dan simulasi angkutan dasar menggunakan SED2D. Kedua modul ini merupakan model matematik dua dimensi horizontal (depth average). Untuk mendapatkan hasil simulasi yang akurat, RMS (root-mean-square) dari hasil pengukuran dengan hasil numeris digunakan sebagai indikasi parameter dalam proses kalibrasi dan verifikasi. Penelitian menunjukkan bahwa, secara kualitatif hasil yang diperoleh sesuai dengan keadaan di lapangan, di mana terjadi erosi yang cukup besar di daerah luar belokan (sekitar –0,393 m selama 30 hari), sedangkan erosi di sisi dalam belokan yang merupakan daerah menyempit dan tonjolan jauh lebih besar (-1,13 m selama 30 hari). Hanya saja kecepatan erosi dasar sungai persatuan waktu tidak bisa diprediksi karena kesulitan mendapatkan data perubahan dasar sungai Indragiri dari waktu ke waktu. Model matematik yang digunakan untuk prediksi perubahan bentuk dasar memiliki kemampuan yang cukup memadai dimana hasil kalibrasi parameter aliran dalam model numerik RMA2 dengan data parameter aliran di lapangan memiliki nilai RMS terhadap kecepatan rata-rata tampang sekitar 6,5%.

 

Kata kunci : pola aliran, perubahan dasar, model matematik, belokan.


Full Text:

PDF