GAGASAN TEORI PERKEMBANGAN WILAYAH BERBASIS TRANSFORMASI SOSIAL

WEISHAGUNA WEISHAGUNA

Abstract


Kelemahan mendasar dari teori-teori perkembangan wilayah yang ada sekarang adalah banyak menyandarkan pada asumsí dan indikator-indikator pertumbuhan yang besifat linier misalkan pertumbuhan jumlah penduduk, kepadatan dan laju pertumbuhan ekonomi. Kenyataannya paradigma pertumbuhan linier ini sudah sangat tidak mampu merespon perkembangan kondisi yang ada. Terlebih lagi kondisi masyarakat Indonesia yang mengalami mutasi luar biasa secara terbuka dinamis dan beragam. Oleh karena itu, satu bagian terpenting yang terabaikan dalam teori-teori tersebut adalah proses transformasi sosial sebagai faktor yang paling signifikan dalam menentukan perkembangan wilayah.

Perenungan kembali siklus air sebagai ayat-ayat Allah, perlahan menuntun pada sebuah kerangka kajian analogis ilmiah. Ada indikasi bahwa karakteristik air dalam wujud padat (Es), cair (Air) dan gas (uap air), memiliki kesamaan sifat dengan tingkat perkembangan wilayah yaitu wilayah terbelakang, berkembang dan maju. Dengan menggunakan metode sintaktikal meliputi variabel-variabel subtantif perkembangan wilayah dan variabel-variabel teori termodinamika, maka beberapa konsep hipotetik dapat ditemukan sebagai kerangka dasar dalam membangun teori baru tentang perkembangan wilayah berbasis proses transformasi sosial.


Keywords


Siklus, Air, Transformasi, Sosial, Wilayah.

Full Text:

PDF