PERBANDINGAN NILAI EKIVALENSI KENDARAAN RINGAN TIME HEADWAY METHOD DAN PKJI 2014 PADA SIMPANG APILL KUPANG

Margareth E. Bolla, Kavin J. Chandra, Sudiyo Utomo, Andi H. Rizal

Abstract


Arus lalu lintas dinyatakan dalam satuan kendaraan ringan dengan konversi yang disebut  nilai ekivalensi kendaraan ringan (ekr) yang terdapat dalam PKJI 2014. Nilai ekr untuk saat ini ditetapkan dari penelitian secara empiris yang dilaksanakan pada tahun 1991 sampai tahun 1996 sehingga nilai ekr tersebut tidak relevan dengan kondisi lalu lintas saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai ekr pada simpang APILL di simpang 4 El Tari dan Kirab kota Kupang dengan menggunakan metode time headway untuk membandingkan  nilai tersebut dengan ketetapan pada PKJI 2014, serta menganalisis kinerja simpang. Hasil analisis menunjukkan perbedaan antara nilai ekr hasil analisis dengan PKJI 2014, dimana dengan metode time headway didapat ekr untuk Kendaraan Berat (HV) 6,61 dan untuk Sepeda Motor (MC) 0,59. Analisis  kinerja pada simpang Kirab menghasilkan nilai derajat kejenuhan rata-rata simpang 1,21, panjang antrian maksimum 164,54 meter pada pendekat Frans Seda 2 (FS2) dan tundaan rata-rata simpang 215,52 det/skr dengan tingkat layanan pada level F yaitu kategori tingkat pelayanan terburuk, sedangkan untuk simpang El Tari menghasilkan nilai derajat kejenuhan rata-rata simpang 1,21, panjang antrian maksimum 214,19 meter pada pendekat El Tari (ET) dan tundaan rata-rata simpang 229,44 det/skr dengan tingkat layan pada level F yaitu kategori tingkat pelayanan terburuk.

Traffic flow is expressed in units of light vehicles with a conversion value called the passenger car unit (pcu) value that can be found in IHCG 2014. The current pcu value is determined from empirical research conducted from 1991 to 1996 so that it is not relevance with current traffic conditions. This research with the aim to analyzing the pcu value at the signalised intersection at the 4 intersection  of El Tari and Kirab in Kupang city by using the time headway method to compare these values with the provisions in the IHCG 2014, also analyze intersection performance. The results shows that differences in value of the analysis with IHCG 2014, where the value for Heavy Vehicles (HV) is 6.61 and for Motorcycles (MC) is 0.59. The performance analysis at the Kirab intersection produces the average degree of saturation value at the intersection is 1.21, the maximum queue length is 164.54 meters in the Frans Seda 2 approach (FS2) and t.e average delay intersection is 215.52 sec/pcu atF service level which is the worst service level category, while for the El Tari’s intersection produce the average degree of saturation value at the intersection is 1.21, the maximum queue length is 214.19 meters in the El Tari approach (ET) and the average delay of intersections is 229.44 sec/pcu at F service level which is the worst service level category.


Keywords


Simpang APILL; ekivalensi kendaraan ringan; PKJI 2014; time headway; kinerja simpang; Signalised intersection; passenger car unit value; IHCG 2014; time headway; intersection performance

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.