ANALISIS KETERSEDIAAN AIR TERHADAP POLA TANAM DAN LUAS AREAL IRIGASI DAERAH IRIGASI SIAFU

Wilhelmus Bunganaen, Noh S. Karbeka, Elsy E. Hangge

Abstract


Irigasi merupakan usaha yang dilakukan untuk mendapatkan air dengan menggunakan bangunan pengambilan dan saluran pembawanya. Daerah irigasi Siafu berada di pulau Timor tepatnya di Desa Hoibeti, Kecamatan Kot’olin Kabupaten Timor Tengah Selatan, di mana secara geografis lokasi penelitian terletak pada koordinat 124°04’00’’ BT dan 9°28’13’’LS. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan air yang ada pada bangunan pengambilan terhadap lahan potensial yang ada di Daerah Irigasi Siafu. Metode yang digunakan dalam analisis ketersediaan air yaitu metode pengukuran dengan current meter, sedangkan untuk menganalisis kebutuhan air dan luas lahan tanam menggunakan Metode F.J Mock. Setelah dilakukan analisis luas tanam maksimal di Daerah Irigasi Siafu sebesar 151,80 ha dengan debit air sebesar 0,38 m3/dtk sedangkan debit air yang tersedia pada bangunan pengambilan sebesar 0,62 m3/dtk. Sehingga disimpulkan bahwa ketersediaan air Daerah Irigasi Siafu cukup untuk memenuhi kebutuhan air pada lahan potensial, serta pola tanam rencana yaitu Padi – Padi – Palawija di mulai dengan penyiapan lahan pada bulan April periode - I (pertama).

Irrigation is an effort to get water by using retrieval buildings and carrier channels. The Irrigation area is on the island of Timor, precisely in the village of Hoibeti, Kot'olin District, Timor Tengah Selatan Regency, where the geographic location of the study is located at coordinates 124°04'00 'BT and 9°28'13' LS. This study aims to evaluate the availability of water available in building picking on potential land in the Siafu Irrigation Area. The method used in the analysis of water availability is the measurement method with the current meter, while for analyzing water requirements and planting area using the F.J Mock Method. After on analysis of the maximum planting area in the Siafu Irrigation Area is 151.80 ha with a discharge water of 0.38 m3/sec while the water flow available in the building is 0,62 m3/sec. From these results it can be concluded that the water availability of the Siafu Irrigation Area is sufficient to meet the water needs of potential land, as well as the planned cropping pattern, namely Rice - Rice - Crops starting with land preparation in April - I (first) period.


Keywords


Ketersediaan Air; Pola Tanam; Kebutuhan Air; Lahan Potensial; Availability of water; Farming Patterns; Water Needs; Planting Area

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.