PERENCANAAN DAN KINERJA BUNDARAN BERDASARKAN METODE MKJI 1997 DAN SIDRA INTERSECTION V5.1

John H. Frans, Tri M.W. Sir, Charly L. Oematan

Abstract


Persimpangan di depan gerbang masuk Kampus Universitas Nusa Cendana (UNDANA) merupakan simpang tak-bersinyal dengan arus cukup tinggi yang dapat menyebabkan banyak permasalahan pada area ini. Dari permasalahan yang ada akan dibuatkan suatu penelitian penanganan simpang menggunakan bundaran, karena memberikan beberapa manfaat yang dapat mengatasi permasalahan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan desain geometri bundaran menggunakan Pedoman Teknis No.20 Tahun 2004-B.  Untuk proses evaluasi kinerja bundaran hasil desain, metode yang digunakan adalah Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI 1997) yang merupakan metode dari Indonesia danSIDRA INTERSECTION v5.1 yang merupakan metode komputasi yang dibuat oleh Australia. Kedua metode ini  kemudian dibandingkan hasil analisisnya untuk parameter tundaan rata-rata, derajat kejenuhan, dan peluang antrian. Hasil evaluasi pada tahun 2017 menggunakan MKJI 1997 didapat derajat kejenuhan pada bundaran yaitu 0,62, sementara untuk SIDRA INTERSECTION didapat 0,68. Derajat kejenuhan kedua metode ini masih dalam persyaratan derajat kejenuhan dibawah 0,85 sehingga kondisi arus lalu-lintas dalam bundaran stabil dan dapat dijadikan rekomendasi penanganan simpang. Hasil evaluasi pada akhir umur rencana di tahun 2027 menggunakan MKJI 1997 didapat nilai derajat kejenuhan pada bundaran yaitu 1,00, sementara untuk SIDRA INTERSECTION didapat 1,22. Evaluasi bundaran menggunakan MKJI 1997 terlihat memiliki derajat kejenuhan yang lebih kecil dari SIDRA INTERSECTION.

The intersection in front of UNDANA is un-signalized intersection with large of Traffic flow. This situation can cause troubles like amount of conflict arise etc. Based on the existing situation, a research to overcoming problem will be made using Traffic Roundabout. At this point, Roundabout can reduce the traffict conflict at an intersection besides with other benefits it can caused. For evaluating the performance of roundabout design, the methods used is Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI 1997) and SIDRA INTERSECTION (Australian Product). Then, these two methods will be compared the results such as average delay, degree of saturation, and queue probability. Performance evaluation in 2017 using MKJI 1997 obtained the degree of saturation at the roundabout is 0.62, while for SIDRA INTERSECTION is 0.68. Degree of saturation of both methods is still in the requirement of degree of saturation below 0.85 so that the condition of traffic flow in the roundabout is stable and this design can be a recommendation for solving this intersection’s problem. Then, in 2027 using MKJI 1997 obtained degree of saturation at the roundabout is 1.00, while for SIDRA INTERSECTION obtained 1.22. Degree of saturation from the roundabout evaluation using MKJI 1997 is below the degree of saturation given by SIDRA INTERSECTION.


Keywords


MKJI; SIDRA INTERSECTION; Derajat Kejenuhan; Tundaan; Antrian; MKJI; SIDRA INTERSECTION; Degree Of Saturation; Delay; Queue

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.