KUAT TEKAN BETON NORMAL DAN MORTAR MENGGUNAKAN AGREGAT UMALULU

Elia Hunggurami, Wilhelmus Bunganaen, Mbulu Parimbaha

Abstract


Beton dan mortar merupakan dua bahan yang memiliki peranan yang sangat penting dalam sebuah pekerjaan konstruksi. Beton merupakan bahan yang paling sering digunakan untuk pekerjaan konstruksi, seperti bahan pembentuk fondasi, kolom, balok dan pelat serta bentuk-bentuk struktur lainnya. Begitu juga dengan mortar yang sering dimanfaatkan sebagai plesteran dinding bangunan dan pengisi/spesi bangunan. Sungai Umalulu, Kecamatam Umalulu adalah salah satu tempat yang menyediakan agregat untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, bendungan dan perumahan di seluruh daerah Kabupaten Sumba Timur khususnya bagian selatan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat tekan beton dan mortar yang menggunakan agregat Umalulu, serta untuk mengetahui perbandingannya terhadap beton yang menggunakan agregat Takari.Benda uji beton yang digunakan berbentuk silinder dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Nilai kuat tekan yang direncanakan sebesar 15 MPa dan 25 MPa. Benda uji mortar yang digunakan berbentuk kubus berukuran 5 x 5 x 5 cm dengan komposisi campuran untuk mortar 1PCC : 4Psr, 1PCC : 6Psr, 1PCC : 8Psr dan 1PCC : 10Psr. Waktu perawatan benda uji beton dan mortar adalah 28 hari.Kuat tekan beton yang menggunakan agregatUmalulu lebih rendah dari beton yang menggunakan agregat Takari pada berbagai variasi campuran dandemikian juga pada benda uji mortar, untuk semua variasi komposisi campuran Takari.

Concrete and mortar are two ingredients that have a very important role in a construction work. Concrete is the most frequently used material for construction works, such as foundations, columns, beams and plates and other structural forms.  Likewise, mortar is often used as a plaster for building walls and fillers of building species. Umalulu River, Umalulu district is one place that provides aggregate for infrastructure development such as roads, dams and housing in all areas of East Sumba regency, especially in the south.  The aim of this research is to find out the compressive strength of concrete and mortar using Umalulu aggregate, and to ompare it to concrete using Takari aggregate. To test the concrete, a cylindrical object was used with a diameter 15 cm and a height 30 cm.  The planned compressive strength value is 15 MPa and 25 MPa with a total of 18 test pieces.  The object used to test the mortar were cubes measuring 5 x 5 x 5 cm with mixed composition for mortar 1PCC: 4Psr, 1PCC: 6Psr, 1PCC: 8Psr and 1PCC: 10Psr and total test specimens of 36 pieces.  The concrete and mortar test objects were cured for 28 days. Concrete strength of concrete using Umalulu aggregate is lower than concrete using Takari aggregate on various mixed variations and likewise on mortar test specimens, for all variations of the composition of the Takari mixture


Keywords


Agregat Umalulu; Kuat Tekan; Beton; Mortar; Umalulu Aggregate; Compressive Strength; Concrete; Mortar

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.