PERBANDINGAN PERSENTASE PENAMBAHAN FLYASH TERHADAP KUAT TEKAN BATA RINGAN JENIS CLC

Rosmiyati A. Bella, Jusuf J. S. Pah, Ariansyah G. Ratu

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui densitas, kuat tekan dan serapan pada bata ringan dengan menggunakan fly ash sebagai pengganti semen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggantikan semen dengan fly ash dengan variasi penambahannya sebesar 10% hingga 90% dari berat semen dengan kenaikan 10%. Pengujian kuat tekan dan densitas dilakukan pada masa perawatan bata ringan berumur 7, 21, dan 28 hari sedangkan pengujian serapan air dilakukan pada umur 28 hari. Kuat tekan maksimum berada pada variasi fly ash 10%, selama masa perawatan berturut-turut sebesar 0,633 MPa, 0,781 MPa, 0,819 Mpa dengan densitas selama masa perawatan berturut-turut sebesar 750,741 kg/m3, 664,444 kg/m3, 588,519 kg/m3 serta serapan air sebesar 26,256%. Untuk kuat tekan minimum bata ringan dihasilkan pada variasi fly ash 40% berturut-turut sebesar 0,485 MPa, 0,633 MPa, 0,670 MPa, dengan densitas selama masa perawatan berturut-turut sebesar 585,556 kg/m3, 566,296 kg/m3, 549,259 kg/m3 serta serapan air sebesar 38,184%. Variasi fly ash pengganti semen dengan kadar 50% ke atas mengalami gagal/pecah. Berdasarkan penelitian tersebut variasi fly ash sebesar 40% merupakan batas maksimum penambahan fly ash pada bata ringan CLC dikarenakan penambahan fly ash dapat berpengaruh terhadap kekuatan bata ringan itu sendiri akibat tidak adanya ikatan antar agregat.

The objective of this research was to find out the density, compressive strength and absorption of lightweight brick by using fly ash as the substitute of cement. The method used in this research was experimental method by substituting cement with fly ash. The variations were 10% to 90% of cement weight with 10% increment. The compressive strength test was conducted when the lightweight brick was 7,21 and 28 days for the water absorption. The maximum compressive strength was achieved in the 10% of fly ash variation, during the treatment of 0,633 MPa, 0,781 MPa, 0,819 MPa with the density of 750,741 kg/m3, 664,444 kg/m3, 588,519 kg/m3 and 38,184% of water absorption. Whereas, the variation of 50% fly ash as the substitution of cement was failed or cracked. This research indicated that the 40% variation of fly ash was the maximum limit to be added to the CLC lightweight brick for the reason that the addition of fly ash could affect the strength of the brick as the consequence of the non-existent aggregate bonds.

Keywords


fly ash; Bata ringan CLC; Kuat Tekan; Serapan Air; fly ash; lightweight brick CLC; compressive strength; water absorption

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.