STUDI KELAYAKAN PENGGUNAAN TANAH PUTIH SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS (PASIR) TERHADAP KUALITAS BETON

Elia Hunggurami, Partogi H. Simatupang, Alfred L. Lori

Abstract


Keterbatasan material beton dalam hal ini agregat halus (pasir) di berbagai daerah masih menjadi kendala utama, sehingga menyebabkan masyarakat menggunakan hasil alam lainnya sebagai pengganti pasir. Salah satunya di desa Buraen Kabupaten Kupang yang dimana masyarakat desa Buraen Kabupaten Kupang sering menggunakan tanah putih sebagai bahan pengganti pasir dalam campuran beton.Penggunaan tanah putih ini tentunya akan berpengaruh pada campuran beton dan kualitas dari beton yang di hasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan pengaruh tanah putih terhadap kualitas beton.Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah silinder beton dengan ukuran diameter 15 cm, tinggi 30 cm untuk uji kuat tekan dan uji keausan beton sebanyak 45 sampel. Di mana sampel tersebut akan diuji dalam 3 waktu, yaitu 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Sampel – sampel tersebut akan diberi 5 perlakuan persentase pergantian tanah putih terhadap pasir yakni 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Kuat tekan rencana yang ditetapkan adalah sebesar 20 MPa. Kuat tekan beton yang dihasilkan pada umur 28 hari dengan menggunakan tanah putih sebagai pengganti agregat halus beton pada persentase 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% tanah putih berturut-turut sebesar 20.10 MPa, 21.04 MPa, 22.65 MPa, 16.51 MPa, 4.44 MPa dimana persentase optimumnya pada persentase 50%. Sedangkan pada pengujian keausan beton pada persentase pergantian 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% tanah putih berturut-turut nilai keausannya sebesar 37.98%, 42.85%, 40.90%, 45.95%, dan 52.08%.

Limitations of concrete materials in this fine aggregate (sand) in various regions is still a major obstacle, causing the public to use other natural products as a substitute of sand. One of them inBuraen Villageof Kupang Regency where villagers often use lime stone as a sand substitute in concrete mixtures. Use of this lime stone will certainly affect the concrete mix and the quality of concrete produced. This study aims to determine the feasibility and effect of the use of lime stone on the quality of concrete.Test specimens used in this study was a concrete cylinder with a diameter of 15 cm, height 30 cm for compressive strength test and wear test as many as 45 samples of concrete. In which samples are to be tested in 3 times, which is 7 days, 14 days, and 28 days. The sample will be given in 5 treatments the percentage change lime stone against the sandthat is 0%, 25%, 50%, 75%, and 100%. Compressive strength of the plan is 20MPa.The resulting concrete compressive strength at 28 days by using a lime stone as a substitute for concrete fine aggregate on the percentage of 0%, 25%, 50%, 75%, and 100% lime stone row at 20.10MPa, 21.04 MPa, 22.65 MPa, 16.51 MPa, 4.44 MPa where the optimum percentage to the percentage of 50%. While the wear testing of concrete on the percentage change of 0%, 25%, 50%, 75%, and 100% lime stone consecutive wear value of 37.98%, 42.85%, 40.90%, 45.95%, and 52.08%.

Keywords


Tanah Putih; Kuat Tekan Beton; Keausan Beton;Lime Stone; Compressive Strength Concrete; Concrete Wear

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.