KONSERVASI TANAH DAN AIR DI DAERAH SEMI KERING PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Susilawati Susilawati

Abstract


Konservasi tanah dan air di daerah semi kering di Propinsi NTT diperlukan untuk memperbaiki ketersediaan air untuk pertanian, dan juga untuk mitigasi bencana kekeringan dan untuk memperbaiki ketahanan pangan, sebab propinsi NTT memiliki kondisi klimatologi yang spesifik. Tulisan ini akan mengeksplorasi pengalaman daerah kering dan semi kering di India dan Afrika, untuk mengembangkan konservasi tanah dan air guna perbaikan ketahanan pangan dan mitigasi kekurangan air, serta degradasi tanah. Diskusi tentang konservasi tanah dan air di Indonesia juga akan dilakukan untuk memperoleh usulan model guna konservasi tanah dan air di daerahn semi kering di proinsi NTT. Usulan model terdiri dari: (a) PKHA (Perlindungan Hukum dan Konservasi Alam) untuk keseimbangan dan smbersdaya air, seperti instruksi pemerintan Indonesia, (b) manajemen air hujan untuk mengetahui kekeringan dan kehilangan air dan memperbaiki ketersediaan air untuk pertanian, (c) manajemen pertanian dengan pengembangan pertanian tradisionil dan intensifikasi pertanian, (d) dukungan institusi yang ada untuk proses tersebut khususnya dalam partisipasi masyarakat, dan eksplorasi potensi masyarakat, dan (e) pembiayaan dari lembaga internasioanal sebagai stimulan dan partisipasi masyarakat melalui konsep swadaya, yang akan dicoba.

 

Kata kunci: konservasi tanah dan air, kawasan semi kering, propinsi NTT


Full Text:

PDF


The Journal is published by Universitas Katolik Soegijapranata. It available online supported by Petra Christian University and Directorate General of Higher Education - Ministry of National Education.