PENGOLAHAN AIR LIMBAH TAHU MENGGUNAKAN BIOREAKTOR ANAEROB-AEROB BERMEDIA KARBON AKTIF DENGAN VARIASI WAKTU TUNGGAL

Ariani Dwi Astuti, Wahyudi Wisaksono, Anggreini Ratri Nurwini

Abstract


Analysis of Applying the Environment Management System ISO 14001 2004

Tofu Industry’s wastewater treatment using bioreactor anaerobe–aerobe with detention time variation. Tofu Industry’s wastewater contains high organic compound, the wastewater should be treated to reduce the impact to the watercourse. For these small industries, the best alternative of wastewater treatment is one which has the following criteria: low cost operation and easy in operation. One of the simple wastewater treatment is biological treatment using attached growth system in anaerobe and aerobe condition. The combined-biofilter of anaerobic filter and aerobic filter used carbon active as medium result better effluent concentration compared the previous research. The combined-biofilter are operated with detention time variation of 24, 18, 12 hours, and the highest COD removal reach 93,53% in 24 hours detention time. COD concentration in effluent of the combined bioflter has not matched yet to Effluent Standard of Kep-51/MENLH/10/1995 but TSS concentration is below of this standard. Tofu industry’s wastewater has strong odor and the advantage using carbon active is the odor is reduced a lot. Kinetics of COD removal using Eckenfelder’s results n = 0,4712 dan K= 12,42 mg/L with R2 = 0,969

 

 

Abstract in Bahasa Indonesia:

 

Analysis of Applying the Environment Management System ISO 14001 2004

Air limbah tahu mengandung bahan organik tinggi, yang bila tidak diolah dapat mencemari lingkungan. Pada umumnya industri tahu merupakan industri skala rumah tangga sehingga untuk pengolahan air limbahnya diperlukan pengolahan yang murah dan mudah dioperasikan. Suatu alternatif pengolahan limbah yang cukup sederhana adalah pengolahan secara biologis, yakni dengan bioreaktor lekat diam terendam bermedia, dimana mikroorganisme pengurai menempel pada media untuk berkontak langsung dengan air buangan secara anaerob maupun aerob. Pengolahan bioreaktor gabungan anaerob-aerob dengan media karbon aktif yang dilakukan menghasilkan hasil yang lebih baik dari penelitian sebelumnya. Pada penelitian ini dilakukan variasi waktu tinggal dan diperoleh hasil efisiensi COD sebesar 93,54 % dengan waktu tinggal 24 jam yang merupakan efisiensi tertinggi. Konsentrasi COD yang didapat belum memenuhi baku mutu yang ditetapkan yaitu Kep-51/MENLH/10/1995 tentang baku mutu limbah cair di wilayah DKI Jakarta tetapi untuk konsentrasi TSS telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Limbah tahu merupakan limbah yang berbau, hasil akhir setelah pengolahan dilakukan dengan menggunakan media karbon aktif hasil akhirnya tidak terlalu berbau sehingga bisa dijadikan alternatif pengolahan limbah tahu. Kinetika penyisihan COD dengan menggunakan rumus Eckenfelder diperoleh nilai regresi sebesar 0,969 mendekati 1 dengan niali n = 0,4721 dan K sebesar 12,42 mg/l.


Keywords


anaerobe, combined-biofilter, carbon active, wastewater, treatment.

Full Text:

PDF