PERENCANAAN SISTEM PENYALURAN AIR BUANGAN PERUMAHAN ALAM SUTERA SERPONG – TANGERANG

Ramadhani Yanidar, Samsuhadi Samsuhadi, Laily Khoirilla

Abstract


Design of Sewerage System for Housing Area of Alam Sutera, Serpong-Tangerang. Alam Sutera is housing area at Serpong-Tangerang which have the total area approximately 818,23 Ha. The system sanitation is still an on-site system. This paper described the sewerage system design which is better than on-site system that will give the worse impact to the groundwater environment than the sewerage system. It is planned to serve 100% of the resident until the area fully loaded. At the end of the the planning time design of the Alam Sutera’s sewerage system will serve the total resident of 34.096 people. The maximum day factor is 1,35 and the wastewater percentage is 77,16% from water demand which was analyzed with statistics methode due to the 45 datum from 26 refferences. The average debit of wastewater in the year end of the planning are 2,28 L/dtk/1000 people. This design gives 3 options of the main pipe line of the sewerage system. The first is the line in the south will be in the main road, and pass main road in cluster, total pipe length is 9440 m. The second is the main pipe at the south part area will pass the main road of Alam Sutera, it causing an easy repair system if any error occurred or during the operational. At north area, pipe line will pass the same line in alternative 1, total pipe length is 9490 m. The selection of the third applies the consideration result of Qpeak calculation in the south part from alternative 1 and 2, and selected to apply the line at alternative 1. In the north, pipe line will pass the main road in cluster, it made pipe become longer (9910 m). Due to the investation cost alternative 1 is chosen which result are 200-700 mm pipe diameter, 9.440m length, 93 units of manhole, housing connections 6984 units, and the total investment of the sewerage system plus wastewater treatment is Rp. 18.719.372.368,-, but if the operational cost is considered, the alternative 3 will be cheaper eventhough the main pipe is longer than alternative 1(9.910 m)

 

 

Abstract in Bahasa Indonesia:

 

Perumahan Alam Sutera merupakan perumahan yang terletak di daerah Serpong-Tangerang, dengan total lahan pengembangan seluas 818,23 Ha. Perumahan ini adalah salah satu contoh kawasan perumahan dan komersial yang masih menggunakan sistem setempat (on site). Makalah ini akan memberikan gambarang tentang sistem penyaluran air buangan (SPAB) yang akan memberikan suatu dampak lingkungan yang lebih baik daripada sistem sanitasi setempat. Perencanaan penyaluran air buangan yang akan dilakukan sampai perumahan tersebut terisi penuh merupakan area. Sampai dengan akhir perencanaan, perencanaan SPAB akan melayani 34.096 orang, dengan kriteria desain berdasarkan hasil analisis data setempat yaitu : Faktor hari maksimum adalah 1,35, persentase air buangan adalah 77,16% dari pemakaian air bersih yang dianalisis dengan methode statistik berdasarkan 45 data dari 26 referensi. Debit rata-rata sampai dengan akhir tahun perencanaan adalah 2,28 l/dt/1000 jiwa. Perencanaan ini memberikan 3 alternatif jalur pipa utama yaitu alternatif 1 dengan panjang pipa = 9.440 m. Alternatif 2 dengan pertimbangan kemudahan perbaikan bila ada kerusakan dalam operasionalnya. Di bagian uatara jalur pipa utama sama dengan rencana jalur alternatif 1, dengan panjang pipa 9.490 m. Pemilihan alternatif 3 ini menggunakan pertimbangan hasil perhitungan Q peak pada bagian selatan dari alternatif 1 dan 2, alternatif yang terbaik digunakan untuk alternatif 3, sehingga diperkirakan dapat mengurangi jumlah biaya karena Q peak yang digunakan lebih kecil, dengan total panjang pipa terbesar yaitu 9.910 m. Berdasarkan pertimbangan biaya investasi, alternatif 1 dengan hasil pipa berdiameter 200-700 mm, panjang 9.440 m, 93 buah manhole, sambungan rumah 6984 unit, dengan total investasi SPAB + IPAL = Rp. 18.719.372.368,-, tetapi bila biaya operasional sebagai bahan pertimbangan, maka alternatif 3 akan lebih murah meskipun panjang pipa utama terpanjang (9.910 m). Hal ini karena kebutuhan penggelontoran lebih sedikit dibandingkan alternatif yang lainnya.


Keywords


Flushing, Main Sewer, Planning, Sewerage System

Full Text:

PDF