PENGARUH VARIASI WAKTU RETENSI HIDROLIS REAKTOR ANOKSIK TERHADAP BIODEGRADASI ZAT WARNA AZO REAKTIF MENGGUNAKAN BIOREAKTOR MEMBRAN AEROB-ANOKSIK

Puti Sri Komala, Naraina Ananthi, Agus Jatnika Effendi, IG. Wenten, Wisjnuprapto Wisjnuprapto

Abstract


Influence of hydraulic retention time variation of anoxic reactor on reactive azo dye biodegradation using aerob-anoxic membrane bioreactor. Azo dyes, represent the largest class of synthetic dyes used in commercial applications. The release of these compounds into the environment is undesirable, not only because of their colour, but also because many azo dyes and their breakdown products are toxic and/or mutagenic to life. This research used consecutive aerob-anoxic membrane bioreactor for azo dye biodegradation. The bioreactor consists of contact and stabilization reactors operated in aerobic condition and anoxic compartment coupled to external ultrafiltration membrane. Feed consists of Remazol Black-5 in concentration of 150 mg/L and co-substrate of tempe industry wastewater. Experiments were carried out with hydraulic retention time (HRT) in 2, 4 and (½, 1 and 1½) hours in contact, stabilization and anoxic compartments respectively. From co-substrate optimization experiments, 8%v/v tempe industry wastewater resulted maximum TOC removal and optimal biomass growth. The stable color reduction in bioreactor occurred in anoxic compartment with HRT 1½ hrs. Color reduction through membrane resulted relative constant color concentrations. The significant TOC removal took place both in anoxic, contact and stabilization reactors. The experiments resulted color- and TOC removal efficiencies in range of 74-81% and 85-93% respectively.

 

 

Abstract in Bahasa Indonesia:

 

Zat warna azo merupakan grup zat warna sintetis organik yang paling banyak digunakan dalam aplikasi komersial. Masuknya komponen ini ke dalam lingkungan tidak diinginkan, tidak hanya karena warna yang ditimbulkan tetapi juga karena beberapa zat warna azo dan produk penguraiannya bersifat toksik dan mutagenik bagi kehidupan. Dalam penelitian ini digunakan bioreaktor membran konsekutif aerob anoksik untuk biodegradasi zat warna azo. Bioreaktor terdiri dari reaktor kontak dan stabilisasi yang beroperasi pada kondisi aerob dan reaktor anoksik yang dihubungkan dengan membran ultrafiltrasi secara eksternal. Umpan terdiri dari zat warna azo Remazol Black-5 pada konsentrasi 150 mg/L dan ko-substrat limbah industri tempe sebagai sumber organik. Percobaan dilakukan dengan HRT tangki kontak dan stabilisasi pada 2 dan 4 jam, dan (½,1 dan 1½) jam untuk anoksik. Dari percobaan optimasi ko-substrat diperoleh perbandingan volume limbah industri tempe terhadap umpan 8% memberikan penyisihan TOC maksimum dan pertumbuhan biomassa yang optimum. Penyisihan warna yang stabil terjadi pada percobaan dengan HRT tangki anoksik 1½ jam. Penyisihan warna melalui membran menghasilkan konsentrasi warna yang relatif konstan. Penyisihan TOC terjadi baik di tangki anoksik, kontak maupun stabilisasi. Percobaan ini menghasilkan efisiensi penyisihan warna yang berkisar antara 77-81% dan efisiensi TOC 89-93%.


Keywords


membrane bioreactor, aerobic-anoxic treatment, hydraulic retention time (HRT), azo dye

Full Text:

PDF