KUALITAS AIR TANAH DI KECAMATAN TEBET JAKARTA SELATAN DITINJAU DARI POLA SEBARAN Escherichia coli

Budi Rahayu Kosasih, Samsuhadi Samsuhadi, Novita Indri Astuty

Abstract


Distribution pattern of Escherichia coli to indicate the ground water quality in Tebet District South Jakarta. Most citizen in Tebet District use ground water as one alternative to daily pure water need. A report of BPLHD DKI (2008) indicated that 80% of ground water sample from 75 wells in 75 sub districts in Jakarta were Escherichia coli (E. coli) bacteries polluted from water septic tank. One of reasons that ground water was polluted is due to the highly rapid growth citizen and the ever-limited area. Physic parameter is temperature while the chemical parameters are pH and Dissolved Oxygen, and biologic parameter is E. coli bacteries. Checking of E.coli contain in ground water in Tebet sub district used Most Probable Number (MPN) method from SNI 01-2332-1991. Report of this research showed that ground water in Tebet Sub district have range total of bactery E. coli from 3 MPN/100 ml to 160 MPN/100ml. As a result of correlation test we get relation between total amount of E.coli bacteries against well depth and distance of septic tank. The more shallow depth of well and closer distance of septic tank and pure water source, the more E.coli bacteries consists in ground water. Distributing pattern of E. coli bacteries can be explained with mathematic model with helper of program surfer. Distributing pattern of E. coli in Kebon Baru, Bukit Duri and Manggarai and West Tebet and go to left bottom of spread of E.coli become increase.

 

 

Abstract in Bahasa Indonesia:

 

Sebagian besar penduduk di Kecamatan Tebet memanfaatkan air tanah sebagai salah satu alternatif dalam pemenuhan kebutuhan air bersihnya. Berdasarkan laporan dari BPLHD DKI (2008) bahwa 80 persen sampel air tanah dari 75 sumur di 75 kelurahan di Jakarta tercemar bakteri Escherichia coli (E. coli) yang berasal dari rembesan tangki septik. Salah satu faktor penyebab pencemaran air tanah adalah tingginya kepadatan penduduk dan keterbatasan lahan sehingga fasilitas sanitasi tidak terencana dan terbangun dengan baik, seperti : jarak tangki septik dan saluran drainase yang terlalu dekat dengan sumur air bersih. Daerah Padat penduduk dan tingginya penggunaan air tanah di Kecamatan Tebet menjadi sasaran utama dalam penelitian ini. Parameter fisik yang diukur, yaitu suhu, parameter kimia, yaitu pH dan DO dan parameter biologi, yaitu bakteri E. coli. Pemeriksaan kandungan Bakteri E. coli pada air tanah di Kecamatan Tebet menggunakan metode Most Probable Number (MPN) yang mengacu pada SNI 01-2332-1991. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah bakteri E. coli pada air tanah di Kecamatan Tebet berkisar antara 3 MPN/100 ml sampai 160 MPN/100 ml. Dari hasil uji korelasi diketahui bahwa jumlah bakteri E. coli pada air tanah dipengaruhi oleh kedalaman sumur dan jarak tangki septik terhadap sumur air tanah. Semakin rendah kedalaman sumur air tanah dan semakin dekat jarak tangki septik terhadap sumur air tanah maka semakin buruk kualitas air tanahnya dan jumlah bakteri E. coli yang terkandung di dalam air tanah pun semakin banyak. Pola persebaran bakteri E. coli dapat dijelaskan dengan menggunakan model matematis dengan bantuan program surfer. Pola persebaran bakteri E. coli di Kelurahan Kebon Baru, Bukit Duri dan Manggarai semakin ke arah kanan atas semakin tinggi, sedangkan untuk di Kelurahan Menteng Dalam dan Tebet Barat semakin ke arah kiri bawah sebaran bakteri E. coli semakin tinggi.


Keywords


Tebet District, Ground Water, Escherichia coli, Distribution Pattern

Full Text:

PDF