KONSUMSI AIR DI JAKARTA

Winarni Winarni

Abstract


Jakarta Water Consumption. The prediction of water demand is a starting point in the development of water supply system. The intention of this research was providing a clear picture of pipe water consumption in Jakarta, through inventory of PAM Jaya customers, for the accuracy of water demand prediction. The customer profiles include number of connections, water sold, and revenue. There was 11.7% increasing of number of customers in the year of 2002 till 2006 which only gives increment water sold of 2.7%. Data showed a decreasing in average consumption, from 23.08 m³/connection/day in 2002 to 21.02 m³/connection/day in 2006, whereas non domestic consumption (institution, commercial, and industry) is 33% of total water sold. However, the increasing of revenue in 2002 – 2006 was 141% due to the water tariff adjustment. The biggest proportion of customers is the tariff group K3A, i.e. 45% from total customers, with biggest proportion of water consumption (28%) but only contributes 20% of revenue. The biggest revenue is provided by tariff group K4B (37%), with only 5% of customers and 21% proportion of consumption.

 

Abstract in Bahasa Indonesia:

Prediksi kebutuhan air merupakan titik awal dalam pengembangan sistem penyediaan air minum. Penelitian ini memberikan gambaran yang jelas mengenai konsumsi air perpipaan di Jakarta melalui inventarisasi pelanggan PAM Jaya agar dapat dilakukan prediksi kebutuhan air secara akurat. Profil pelanggan yang dimaksud meliputi jumlah sambungan, volume air terjual, serta pendapatan. Pada tahun 2002 hingga 2006 terjadi peningkatan jumlah sambungan rumah sebesar 11,7% yang hanya memberikan peningkatan volume air terjual sebesar 2,7%. Data menunjukkan adanya penurunan rata-rata konsumsi, dari 23,08 m³/sambungan/hari pada tahun 2002 menjadi 21,02 m³/sambungan/hari pada tahun 2006, dimana konsumsi non domestik (institusi, komersial, dan industri) berkisar 33% dari total volume air terjual. Terjadi peningkatan pendapatan antara tahun 2002 – 2006 sebesar 141% yang disebabkan adanya kenaikan tarif. Proporsi pelanggan terbesar adalah kelompok tarif K3A, yaitu 45% dari total pelanggan, memiliki proporsi konsumsi air yang terbesar (28%), namun hanya memberikan kontribusi pendapatan sebesar 20%. Sedangkan pendapatan terbesar diberikan oleh kelompok tarif K4B (37%) dengan hanya memiliki proporsi pelanggan 5% dari total pelanggan dan konsumsi sebesar 21%.


Keywords


revenue, water consumption, water sold, water tariffs.

Full Text:

PDF