REAKSI PASAR YANG BERLEBIHAN

A An Arief Jusuf


Abstract


Pasar efisien pertama kali digunakan dalam konteks pasar sekuritas oleh Fama, Fisher, Jensen dan Roll (1969). Setiap hari terdapat aliran informasi yang dipublikasikan untuk para investor di pasar modal. Jika informasi-informasi tersebut relevan, maka harga saham akan terpengaruh. Penelitian yang dilakukan oleh Keith C. Brown dan W. V. Harlow (1988) menggunakan dua segi dari Efficient Market Hypothesis, yaitu (1) kecepatan informasi mempengaruhi harga saham, dan (2) koreksi yang terjadi. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa berita positif mengakibatkan reaksi "lembut" yang kurang mencerminkan efisiensi pasar. Reaksi terjadi dengan segera, dan berlangsung dalam waktu yang lama. Even negatif mengakibatkan reaksi yang kuat. Investor publik memberikan penilaian lebih terhadap saham-saham yang sedang mengalami pertumbuhan, dan memberikan penilaian yang kurang terhadap saham-saham yang memiliki nilai intrinsik yang tinggi.


Keywords


Efficient Market Hypothesis

Full Text: PDF

The Journal is published by The Institute of Research & Community Outreach - Widya Kartika University. It available online supported by Petra Christian University and Directorate General of Higher Education - Ministry of National Education.


Copyright © Research Center Web-Dev Team