FAKTOR-FAKTOR STRATEGI POSITIONING DALAM PEMASARAN REALESTAT Suatu Studi Pengalaman Pengembang Realestat di Surabaya

Herry Pintardi Chandra




Abstract


Real estate development needs an exact positioning strategy by knowing the significant factors. Positioning strategy is the combination of marketing actions used to portray the positioning concept to targeted buyers. The factors of positioning strategy in this research are product attribute, product price, product usage, product user, product class, and competitor.

The research was focused on ten real estate developers with spesific criteria, i.e : located in Surabaya City, area bigger than 40 ha, in development stage, and average price of land more than Rp. 550.000,- per square meter. The results show that the highest rating is “consumers income” in “product user” factor with a mean of 3.9. Group A + B, and group B rejected null hypothesis, it means at least one of six factors has a different role. The developers can choose the significant factors such as “location” in “product attribute”. Group A accepted the null hypothesis, it means that six factors at positioning strategy have the same role in the real estate marketing.

There are some differences in the market positioning between group A and group B. This research also suggests the developers who will choose the factors of positioning strategy to consider the external strength and emphasize in “consumer income” and “location”.

Abstract in Bahasa Indonesia :

Pengembangan realestat memerlukan strategi positioning yang tepat dengan mengetahui faktor-faktor yang signifikan. Strategi positioning adalah kombinasi dari tindakan pemasaran yang digunakan untuk memberikan gambaran konsep positioning kepada pembeli yang ditargetkan. Faktor-faktor strategi positioning dalam penelitian ini adalah atribut produk, harga produk, pemakaian produk, pemakai produk, kelas produk, dan pesaing.

Penelitian difokuskan kepada sepuluh pengembang realestat di Surabaya dengan kriteria spesifik yaitu merupakan lahan di dalam kota Surabaya luas lahan lebih besar 40 ha, berada dalam tahap pengembangan, dan harga jual kavling rata-rata di atas Rp. 550.000,- per meter persegi. Hasilnya menunjukkan bahwa peringkat tertinggi adalah “pendapatan konsumen” yang terdapat dalam faktor “pemakai produk” dengan nilai rata-rata sebesar 3,9. Grup A + B, dan grup B menolak hipotesis null, artinya sekurang-kurangnya ada satu diantara enam faktor tersebut mempunyai peran yang berbeda. Pengembang dapat memilih faktor yang signifikan misalnya ”lokasi” yang terdapat dalam “atribut produk”. Grup A menerima hipotesis null, artinya bahwa enam faktor dalam strategi positioning mempunyai peran yang sama dalam pemasaran realestat.

Ada perbedaan positioning pasar antara grup A dan grup B. Hasil penelitian juga menyarankan agar pengembang yang akan memilih faktor-faktor dalam strategi positioning untuk memperhatikan kekuatan eksternal dan mengutamakan pada “pendapatan konsumen” dan “lokasi”.


Keywords


strategy, positioning, marketing, real estate

Full Text: PDF

Journal Sponsorship :
Holcim Logo Sika Logo PT. Jaindo Metal Industries Logo


The Journal is published by The Institute of Research & Community Outreach - Petra Christian University. Supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of National Education - Republic of Indonesia


Copyright © Research Center Web-Dev Team