DOI: https://doi.org/10.9744/ced.2.1.pp.%2022-36

PENGUKURAN KADAR AIR AGREGAT DAN BETON SEGAR DENGAN MENGGUNAKAN MICROWAVE OVEN

Gideon Hadi Kusuma, Handoko Sugiharto

Abstract


The conventional method of water content measurement of aggregate and fresh concrete need along time to perform. As an alternative the use of microwave oven is explored in this research.

The microwave oven used has 900 watt power and equiped with a turn table. Nine (9) type of aggregate consist of five (5) type of fine aggregate and four (4) type of coarse aggregate with varions water absorbsion value, are unvestigated. The rater contents measured is then compared with the once obtained using conventional oven. Four (4) type of mix using aggegate with varions water absorbsion values. Water content used for the fresh concrete mix is 0.3, 0.5 and 0.7.

The test results show that this method can beused to measure water content of fine and coarse aggregate regardless of the water absorbsion values of the aggregates. For fine aggregate nine (9) minutes drying time is needed to get 100% accuracy while for coarse aggregate 11 minutes with 96% accuracy. For fresh concrete using aggregate with less than 5% absorbsion value 18 minutes is neede to get 98% accuracy, while for aggregate with 40% absorbsion value 35 minutes is needed to get 80% accuracy.


Abstract in Bahasa Indonesia :


Pengukuran kadar air pada agregat dan beton segar dengan metode konvensional memerlukan waktu yang cukup lama, maka dilakukan penelitian penggunaan microwave oven sebagai metode alternatifnya.

Microwave oven yang digunakan mempunyai daya 900 watt dan dilengkapi dengan piring putar. Dilakukan penelitian terhadap 9 tipe agregat (5 jenis agregat halus dan 4 jenis agregat kasar) dengan berbagai nilai absorpsi. Sedangkan untuk beton segar dibuat 4 macam campuran dengan berbagai nilai absorpsi agregat. Faktor air-semen yang digunakan adalah 0.3, 0.5 dan 0.7. Hasil pengukuran kadar airnya dengan microwave oven dibandingkan terhadap oven standard.

Hasil tes yang diperoleh menunjukkan bahwa metode ini dapat digunakan untuk mengukur kadar air agregat halus dan kasar dengan tidak tergantung pada nilai absorpsinya. Untuk agregat halus dibutuhkan waktu pengeringan selama 9 menit dengan ketelitian 100%, untuk agregat kasar selama 11 menit dengan ketelitian 96%. Untuk beton segar dengan agregat yang nilai absorpsinya di bawah 5% selama 18 menit dengan ketelitian 98%. Untuk beton segar dengan agregat yang nilai absorpsinya 40% dibutuhkan waktu 35 menit dan hasil yang dicapai hanya sanggup mengukur kadar air total, rata-rata sebesar 80% dari total kandungan air dari beton segar yang diukur.

Keywords


microwave oven, water content, aggregate, fresh concrete.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.9744/ced.2.1.pp.%2022-36



CED is published by The Institute of Research & Community Outreach - Petra Christian University, Surabaya, Indonesia

©All right reserved 2016.Civil Engineering Dimension, ISSN: 1410-9530, e-ISSN: 1979-570X

View My Stats