FAKTOR-FAKTOR DETERMINAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG BANGUNAN BERLANGGAM BALI

Ngakan Putu Sueca, Ida Bagus Gede Primayatna, Ketut Muliawan S., Wayan Nada, Dw. Nym. Wastika




Abstract


The objective of this study is to know determinant factors of people knowledge about Balinese tradisional architecture and to know determinant factors of Balinese perception on Balinese style buildings and to explain factors that affect them.
The research uses cross-sectional sample survey. Data are collected by interview techniques with questionnaire as the main instuments. Sampling techniques which is used is stratified random sampling. Data is analyzed descriptively and analytically (using variance analysis).
Among eigth variables which planned to be axamined, only six variables can be analyzed statistically (respondent status, sex, education, working experience on building construction, ability in reading Balinese character, and intensity in reading "lontar"), and the other two variables (age, and occupation) cannot be analyzed because its distributions do not fulfil the requirements to be analyzed (too many empty cells). Among the six variables, only four variables are significantly related (P<0.05). The contributions of the four variables to knowledge is 34.1%, that means 34.1% of knowledge is affected by those variables. Among those valiables, apparently, the work experience on building construction gives strongest contribution, and then followed by ability in reading Balinese character, sex, and respondent status respectively.
On the other hand, statistical analysis towards perception shows that there in no variable shows significant relation (P>0.05). It might shows that visual perception has become part of people's everyday life so that formal education, age, status, sex, working experience, ability in reading Balinese character, and ability in reading "lontar" do not affect it. Furthermore, other possibilities that instruments which are used, and field workers interpretation ability do not proved its validity and reliability yet. Therefore it needs to be carried out further research in order to know determinant factors towards knowledge and percepton by trying to explore other variables and testing the instruments first.


Abstract in Bahasa Indonesia :

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor determinan pengetahuan masyarakat tentang arsitektur tradisional Bali (ATB) dan untuk mengetahui faktor-faktor determinan persepsi masyarakat Bali tentang bangunan kantor berlanggam Bali serta ingin menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Penelitian ini memakai rancangan sampel survai (cross-sectional). Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dengan instrumen pokok berupa kuesioner. Teknik sampling yang digunakan adalah sampel acak bertingkat. Data dianalisis secara deskriptif dan analitik (menggunakan analisis varians).
Dari delapan variabel yang rencananya dianalisis hanya enam yang dapat dianalisis secara statistik (status responden, jenis kelamin, pendidikan, pengalaman kerja di bidang bangunan, kemampuan membaca huruf Bali, dan intensitas membaca lontar), sedangkan dua yang lainnya (umur dan pekerjaan) tidak dapat dianalisis karena distribusinya tidak memenuhi syarat untuk dianalisis (banyak sel yang kosong). Dari enam variabel tersebut hanya 4 yang berkaitan secara bermakna dengan tingkat pengetahuan (P<0,01/0,05), yaitu variabel status, jenis kelamin, pengalaman kerja di bidang bangunan, dan kemampuan membaca huruf Bali. Dua variabel lainnya tidak berhubungan secara bermakna (P>0,05). Kontribusi keempat variabel tersebut terhadap pengetahuan adalah 34,1%, artinya bahwa 34,1% tingkat pengetahuan dipengaruhi oleh keempat variabel tersebut. Dari keempat variabel tersebut ternyata pengalaman kerja di bidang bangunan mempunyai kontribusi paling besar, kemudian berturut-turut adalah kemampuan membaca huruf Bali, jenis kelamin, dan status responden.
Sedangkan analisis statistik terhadap persepsi menunjukkan bahwa tidak satu pun variabel menunjukkan hubungan yang bermakna (P>0,05). Ini mungkin menunjukkan bahwa persepsi virual telah menjadi bagian hidup masyarakat sehingga pendidikan formal, umur, status, jenis kelamin, pengalaman kerja, kemampuan membaca huruf Bali, dan kemampuan membaca lontar tidak berpengaruh terhadapnya. Kemungkinan lain bahwa instrumen yang dipakai, serta kemampuan interpretasi pencacah belum teruji validitas dan reliabilitasnya. Oleh karena itu perlu diupayakan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor-faktor determinan terhadap pengetahuan dan persepsi ini dengan mencoba mengeksplorasi variabel lainnya dan menguji instrumennya terlebih dahulu.

Kata kunci: Persepsi masyarakat, Bangunan berlanggam Bali.


Keywords


Balinese perception, Balinese style buildings.

Full Text: PDF

Templete DIMENSI

The Journal is published by The Institute of Research & Community Outreach - Petra Christian University. It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of National Education - Republic of Indonesia.




Copyright © Research Center Web-Dev Team